Semarang – Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat sorotan tersendiri bagi civitas akademisi Universitas Diponegoro. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun digadang sebagai pembicara dalam silahturahmi dengan akademisi Universitas Diponegoro, Semarang.

Dalam kesempatan itu, Susi memaparkan program serta kebijakan bidang kelautan dan perikanan. Ia menceritakan langkah-langkah awal yang ditempuh dalam memberantas illegal fishing di Indonesia. “Indonesia dengan laut terpanjang di posisi nomor dua di dunia, tapi ekspor hasil lautnya duduk di nomor 3 di Asia Tenggara, hal itu menjadi dasar harus ada kebijakan baru saat saya kemudian diberi amanah oleh Presiden,” ungkap Susi dalam silahturahmi bersama civitas akademisi Universitas Diponegoro di ICT Center, Tembalang, Semarang, Senin (5/9).

Langkah Susi dalam memberantas illegal fishing, mendapat dukungan Presiden Joko Widodo. Melalui Perpres No.115 Tahun 2015, Susi pun segera membentuk Satgas Illegal Fishing / Satgas 115. “Sistem penegakkan hukum satu atap dapat memudahkan kita juga. Dengan satuan tugas pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal, maka kita dapat menekan penangkapan illegal fishing. Sehingga kita dapat mengembalikan kedaulatan kita di laut sendiri”, lanjutnya.

Di hadapan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan akademisi Undip, Susi juga  mengenang saat-saat pertamanya menjabat sebagai menteri. Ia menjelaskan hal pertama yang dia lakukan setelah dilantik menjadi menteri ialah mengundang beberapa duta besar negara tetangga yang dia nilai nelayannya sering melakukan illegal fishing di laut Indonesia.

“Thailand, Malaysia, Filipina, Tiongkok, termasuk Australia saya ajak makan malam. Dubes Australia sempat tidak terima saat itu karena dikategorikan sebagai negara yang nelayannya melakukan illegal fishing. Tapi saya bilang kenyataannya seperti itu mau tidak mau harus berunding bersama,” papar Susi menggambarkan.

Susi menjelaskan, sesuai dengan perundang-undangan Indonesia berhak menenggelamkan kapal nelayan yang melakukan illegal fishing. Setelah itu dipahami, eksekusi terhadap kapal-kapal yang tertangkap pun dilakukan.

Dalam kegiatan tersebut, Susi mendapat tawaran untuk didaulat sebagai honoris causa. Ketua Senat Akademik Undip, Prof Sunarso, mengatakan gelar tersebut pantas disandang oleh Susi.

Sumber : news.kkp.go.id