Jakarta – Dalam upaya mendukung Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali merealisasikan penyaluran bantuan benih, induk unggul, dan sarana prasarana produksi pakan mandiri kepada pembudidaya di Semarang dan sekitarnya.

Penyaluran bantuan tersebut terdiri dari benih sebanyak 2,6 juta ekor, induk lele sebanyak 100 paket (1500 ekor), 15 ton pakan ikan mandiri, dan 1 (satu) paket sarana prasarana produksi pakan mandiri.

Selain itu, KKP juga menyerahkan Sertifikat Hak atas Lahan Budidaya Ikan (SeHATKAN) sebanyak 4 (empat) bidang kepada dua pembudidaya dari Kabupaten Brebes dan dua orang pembudidaya dari Kabupaten Batang serta 1 (satu) unit excavator kepada Kabupaten Brebes.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengungkapkan, penyaluran bantuan ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi pembudidaya untuk mengembangkan usahanya menuju kemandirian melalui usaha budidaya yang berkelanjutan.

Terkait bantuan benih yang diberikan, Slamet mengatakan pihaknya telah memberikan benih dengan kualitas yang bermutu dan diproduksi oleh badan yang bersertifikat.

“Khusus untuk benih yang diberikan adalah benih bermutu yang diproduksi oleh Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang yang telah bersertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan akan diberikan secara bertahap, disesuaikan dengan musim dan waktu budidayanya serta kapasitas lahan yang dimiliki oleh setiap pembudidaya”, ujar Slamet.

Sementara untuk bantuan induk lele, bantuan yang diberikan adalah induk unggul “Sangkuriang” yang memiliki beberapa keunggulan di antaranya tumbuh lebih cepat, memiliki telur lebih banyak, lebih tahan terhadap penyakit, dan efisien dalam menggunakan pakan.

“Ini adalah ikan hasil pemulian yang dilakukan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan ikan yang unggul dan menguntungkan”, ujar Slamet.

 

Sumber : news.kkp.go.id